Skip to content

Kumamoto Artpolis: Ryujabira

Salah satu karya arsitektur skala perkotaan yang termasuk dalam megaproject Kumamoto Artpolis adalah kompleks bangunan perumahan susun untuk umum yang dinamakan Ryujabira Public Housing Complex. Begitu sampai di lokasi memang langsung terlihat bahwa bangunan-bangunan yang ada di kompleks ini sangat berbeda dibanding dengan bangunan rusun pada umumnya. Sentuhan desain seorang arsitek nampak jelas.

Arsitek Makoto Motokura adalah sosok di balik karya arsitektur ini. Beliau sempat bekerja di biro arsitek Maki and Associates, mungkin karena itu desainnya sedikit mengingatkan saya akan gaya desain seorang Fumihiko Maki. Sebelum meninggal dua tahun yang lalu, beliau adalah professor di Tokyo University of Arts. Desain bangunan pada kompleks ini secara keseluruhan lebih manusiawi (human scale). Berbeda dengan rusun-rusun lain yang menjulang tinggi dan dengan bentukan repetitif ala produksi massal.

Umumnya rusun khususnya yang sederhana dan sewa memang hanya fokus pada fungsionalitas dan sulit menghadirkan kesan sebagai rumah tempat kembali pulang. Desain bangunan pada kompleks ini mendobrak stigma tersebut. Banyak detil dan material yang dihadirkan sehingga menghasilkan wujud visual yang spesial. Tidak hanya itu, dengan bangunan yang tidak terlalu tinggi (2-3 lantai), kompleks ini terlihat menyatu dengan kawasan di sekitarnya. Apalagi di lantai dasar pada sebagian bangunan sengaja dibuat sebagai ruang terbuka sehingga akses ke kompleks ini sangat leluasa. Sepertinya memang ini yang jadi penekanan pada konsep perancangan karya arsitektur ini.

Untuk menghadirkan ruang-ruang terbuka publik semaksimal mungkin. Bahkan dengan penyusunan letak bangunan didapatkan satu ruang innercourt yang asri. Harapannya mungkin untuk dapat menciptakan interaksi sosial yang tinggi. Menarik tapi mungkin di sini ada masalah juga. Batas yang tipis antara ruang privat dan publik justru dapat mengurangj kenyamanan penghuni terutama di Jepang. Walaupun demikian ini dapat menjadi satu eksperimen sosial yang layak dicoba. Sekilas saat kunjungan terlihat interaksi antara anak-anak yang sedang bermain dengan beberapa lansia yang sedang jalan santai di lantai dasar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: