Skip to content

Jurnal Ditolak? Ya Submit Lagi

Saat menjelang waktu Subuh, email dari editor suatu jurnal masuk ke inbox. Saya baca dari judulnya saja sudah jelas isinya adalah tentang draft artikel riset saya yang ditolak. Sudah tak terhitung lagi ini kali keberapa saya mengalami penolakan. Saya hanya bisa menghela nafas dan berencana untuk melakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Baca lagi dan renungkan isi email tersebut berulang-ulang sampai rasa kecewa berubah menjadi pengakuan bahwa kenyataannya draft artikel saya memang masih perlu dan bisa terus diperbaiki.
  2. Baca lagi isi draft artikel saya dengan mengacu kepada point-point komentar dari reviewer. Sekali lagi baca berulang-ulang sampai benar-benar merasa paham dengan apa yang dimaksudkan. Kalau belum paham ya terus diulang lagi, sampai kira-kira muncul ide bagaimana merevisinya.
  3. Mulai merevisi bagian-bagian artikel yang dirasa perlu diperbaiki atau diubah. Ubah sedikit demi sedikit dan biasanya sih dari yang sedikit ini akan menjadi besar. Dan proses revisi ini pun akan berulang-ulang.
  4. Jika sudah selesai (baca: bosan) maka bismillah, submit lagi ke jurnal yang sama, atau coba yang lain. Jika ditolak lagi maka ulang lagi point 1-4.

Begitulah, intinya penolakan adalah bagian dari siklus. Yang berulang-ulang. Dan dari siklus ini kita akan banyak belajar. Kuncinya perbaikan terus menerus. Jangan menyerah. Jika sudah begitu, publikasi jurnal hanya tinggal menunggu waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: