Skip to content

Mereka adalah Kita

Photo by RF._.studio on Pexels.com

Saya beruntung mendapat kesempatan untuk bersilaturahmi dengan para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Kota Metro, Provinsi Lampung. Menurut informasi dari Pak Riyadi, salah seorang PSM senior, hanya ada sekitar 30 orang pekerja sosial yang mendapat SK. Sementara jumlah penyandang difabel ada kurang lebih 400 orang. Mereka juga bertugas untuk mendampingi kelompok masyarakat yang kurang mampu untuk program Raskin yang jumlahnya mencapai kurang lebih 6.000 Kepala Keluarga. Dari sini kita bisa melihat bahwa peranan mereka sangat penting dan tentunya sangat mulia.

Permasalahan yang sering mereka hadapi seringkali sangat pelik. Mulai dari keterbatasan fasilitas publik yang aman dan nyaman untuk digunakan semua orang tanpa kecuali termasuk penyandang difabel, sampai kepada permasalahan kesehatan dan ekonomi keluarga penyandang difabel tersebut.

Yang paling menyedihkan adalah sering munculnya permasalahan administrasi (baca: catatan sipil) yang kemudian berdampak kepada tidak bisanya penyandang difabel tersebut untuk mengakses pelayanan kesehatan dan sebagainya.

Pada kesempatan yang lain, saya dapat bersilaturahmi langsung dengan para penyandang difabel dan keluarganya, saya mendengar sendiri cerita bagaimana seorang anak difabel yang tidak bisa masuk dalam Kartu Keluarga-nya sendiri hanya dikarenakan “kebetulan” para saksi kelahirannya sudah meninggal dunia. Dan sampai saat ini belum ada solusinya.

Jikalau kita cermat melihat pembangunan di kota-kota maju saat ini salah satu ciri yang utama adalah perhatian yang lebih terhadap penyandang difabel dan juga kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu. Peranan Pak Riyadi beserta kawan-kawan TKSK dan PSM lainnya harus terus difasilitasi selain dalam bentuk anggaran juga melalui kebijakan-kebijakan khusus.

Penyandang difabel juga harus mendapatkan pelayanan publik secara penuh dan juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi terhadap pembangunan kota. Peningkatan kapasitas dan keahlian mereka agar dapat berkarya juga harus menjadi prioritas. Karena pada dasarnya mereka memiliki potensi yang sama hanya dengan kemampuan yang berbeda (different ability).

Setiap saat kita pun bisa menjadi seperti mereka. Karena penyandang difabel ini meliputi lansia, anak-anak, wanita hamil, orang sakit, dan orang berkebutuhan khusus (disabilitas). Sehingga sesungguhnya kita adalah mereka, mereka adalah kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: