Pengantar Buku Kisah 5 Benua

Malam itu saya berdiskusi cukup lama dengan salah seorang alumni UBL yang dulu pernah saya bimbing. Sudah cukup lama kami tidak saling menyapa walau di dunia maya dan semalam saya dikejutkan dengan kunjungannya dan pengakuannya bahwa selama ini setelah lulus dia menghabiskan waktunya dengan berbagai persiapan untuk melanjutkan studi. Tentunya dengan harapan untuk meraih beasiswa.

Saya ingat ketika dulu kami berdiskusi tentang tugas akhir-nya, dia lebih banyak mendengarkan saran saya daripada bertanya. Semalam yang terjadi adalah sebaliknya. Satu per satu pertanyaan dilontarkannya dengan rasa penuh ingin tahu. Satu, dua, hampir tiga jam tak terasa akhirnya kami berdiskusi. Seputar perencanaan studi lanjut dan tahapan mendapatkan beasiswa.

Diskusi malam itu saya akhiri dengan pertanyaan, apakah kamu sudah coba kirim lamaran beasiswa? Jawabnya pelan, belum pak, belum berani.

Ok, kalau begitu segera siapkan berkas lamaran. Kemudian kirim.

Tapi, pak. Berkas saya belum lengkap. Deadline sudah lewat.

Tidak apa-apa. Kirim saja. Tahapan pengiriman berkas adalah bentuk penghargaan terhadap waktu, tenaga, dan biaya yang sudah kamu keluarkan.

Dan lebih lagi terhadap mimpimu, terhadap keyakinanmu, dan terhadap doamu.

Dream big, believe big, and pray bigger.

39593980_10155376992970738_5906010791449985024_o

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s