Pembangunan yang Ikhlas

Menurut konsep Sustainable Urban Development, pemerintah kota bertanggung jawab sepenuhnya dalam menyediakan infrastruktur kota (JICA, 2015). Adalah salah kaprah jika kemudian masyarakat, baik komunitas maupun swasta, malah merasa itu adalah tanggung jawabnya juga. Namun pemerintah kota diharuskan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan, selain tentunya dalam pemanfaatannya sebagai suatu fasilitas publik. Dengan status sebagai fasilitas publik maka tentunya tidak akan ada konflik kepentingan. Dan dengan keterlibatan publik dalam pengelolaan dan pemeliharaan maka yang muncul adalah rasa kepemilikan bersama. Kesimpulannya bisa dibilang bahwa pemerintah membangun sesuai dengan tanggung jawabnya. Ikhlas.

20170907_184008

Gambar 1. Jembatan penyeberangan pedestrian di daerah Yahata Higashi, Kitakyushu, Jepang

Salah satu infrastruktur kota yang sering disalah-kaprahi adalah fasilitas jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki, atau yang dipopulerkan pemerintah dengan istilah JPO, Jembatan Penyeberangan Orang. Istilah yang cukup lucu menurut saya karena saya jarang menjumpai ada makhluk hidup selain orang (manusia) yang mau menggunakan JPO ini. Karena orang saja kesulitan menggunakannya, apalagi ayam, kucing, dinosaurus, dan sebagainya.

Sebagai contoh di kota Bandarlampung, semua JPO yang ada selalu terkoneksi dengan instalasi reklame yang mendominasi wujud fisiknya. Tapi memang pada kenyataannya, JPO-JPO tersebut memang bagian dari properti perusahaan advertising. Alhasil fokusnya adalah menampilkan iklan baik produk maupun calon gubernur (baca: kepala daerah). Bukan menyeberangkan orang. Saya sampai pernah menulis status di FB yang menyebut fasilitas tersebut dengan istilah “baliho yang dapat dinaiki (oleh pejalan kaki untuk menyeberang jalan).

Membuat fasilitas JPO yang nyaman untuk pejalan kaki sebenarnya tidak sulit. Dengan teknologi konstruksi sederhana yang ada saat ini, JPO yang baik bisa disediakan oleh pemerintah kota. Biaya dan waktu yang diperlukan pun tidak sebesar membangun infrastruktur kota lainnya. Prioritasnya pun sudah jelas yaitu pejalan kaki yang notabene adalah manusia penduduk kota. Sekarang tinggal tergantung keikhlasan pemerintah kota.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s