Continuous Improvement

Perbaikan berkelanjutan. Dua kata ini yang terlintas di benak saya saat memikirkan apa yang sudah saya alami selama 2 minggu pertama saya sejak kembali bermukim di kota Kitakyushu, Jepang.

20170904_090219

Gambar 1. Pelebaran jalur pedestrian di Kokusaidori dekat stasiun Yahata

Beberapa hal baru yang saya temui mengarahkan pemahaman saya akan dua kata yang berkaitan erat di atas. Mulai dari yang sifatnya pembangunan fisik kota yaitu penambahan marka jalan yang jelas dan lebar untuk jalur sepeda dengan mengambil “jatah” jalur kendaraan bermotor.

20170909_075457

Gambar 2. Jalur sepeda yang jelas ditandai dengan warna biru dan garis putih

Kemudian, pelebaran jalur pedestrian pada beberapa sudut perempatan jalan yang padat dengan lagi-lagi dengan mengurangi luas jalur kendaraan bermotor. Selain itu ada inovasi baru nan sederhana berupa guiding block yang dipasang pada permukaan aspal sepanjang jalur penyebrangan yang melintasi ruas jalan untuk kendaraan bermotor. Sederhana tapi fungsional. Lebih jauh lagi dari informasi yang saya dapat, di beberapa ruas jalan yang baru diperbaiki, jenis aspal yang digunakan adalah juga hasil inovasi yang menghasilkan aspal yang dapat menyerap air (hujan) serta menurunkan suhu mikro (micro climate) pada area sekitarnya. Perubahan-perubahan ini bisa disepakati selaras dengan visi kota Kitakyushu sebagai Low Carbon City.

Gambar 2. Area pedestrian baru yang sangat luas bisa dibedakan dari perbedaan warna pavingnya

20170904_090500

Gambar 3. Selain guiding block yang umumnya berada di tepi area penyebrangan, ada inovasi baru berupa guiding block yang dipasang pada permukaan aspal sepanjang jalur penyebrangan

Pembaruan pun saya temui pada hal-hal yang terkesan sepele yang saya temui di beberapa tempat belanja barang kebutuhan sehari-hari, berupa perubahan cara pembayaran dengan memasukkan lembaran uang langsung ke mesin seperti saat kita melakukan deposit atau menabung melalui ATM. Tapi perhitungan barang yang dibeli tetap dilakukan oleh kasir. Kalau saya melihat ini sebagai upaya mengurangi peluang adanya “human error”, baik yang disengaja maupun tidak, saat berurusan dengan uang.

Kata “perbaikan” menurut saya mengandung makna yang positif yaitu upaya perubahan menjadi (lebih) baik. Tentunya yang namanya suatu upaya bisa saja menuai keberhasilan atau mendapatkan pembelajaran. Namun apabila tujuannya baik maka apapun hasilnya, kebaikan akan menyertai.

Kata “berkelanjutan” menegaskan makna dari suatu upaya atau proses yang bertahap dan terencana. Tidak “mak bendudug” atau sekonyong-konyong muncul dari topi sulap Pak Tarno. Tahapan proses ini pun menghadirkan suatu perubahan yang walaupun kecil dan terlihat sepele namun jelas manfaat dan kegunaannya untuk mencapai tujuan bersama. Tidak perlu perubahan besar-besaran yang hanya ditujukan untuk mencapai maksud pribadi atau golongan tertentu dalam periode 5 tahun sekali seperti yang biasa kita saksikan pada saat-saat menjelang Pilkada di Indonesia. Tentunya perubahan ataupun pembangunan sekaliber apa pun tidak akan bertahan lama apalagi menghasilkan manfaat yang nyata untuk masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s