Y.E.P.D. bukan N.Y.P.D. apalagi L.A.P.D.

Lagi kepingin menulis. Kenapa? Karena sudah lama saya enggak menulis. Ya, sederhana saja alasannya. Sesederhana tema dan isi tulisan saya yang berawal dari obrolan dengan teman kemarin. Entah bagaimana obrolan kami pada awalnya, tapi kemudian yang terbahas adalah tentang pertanyaan semacam ini.

“Kenapa mau balik bekerja di institusi asal di Indonesia setelah berada (atau mapan) di luar negeri?”

Pertanyaan ini sering terlontar dengan konotasi yang negatif. Seakan-akan kondisi institusi asal itu buruk. Seakan-akan kondisi Indonesia itu jelek. Dan seakan-akan kondisi di luar negeri itu lebih baik. Toh, walaupun iya, tentunya ada seribu satu alasan yang ada di balik keputusan itu. Terlepas dari konteks candaan yang melekat, sang pembuat keputusan harus dibebaskan dari cap bodoh, gila, dan sebagainya, dan sebagainya.

Karena itu yang saya ingin tulis disini bukanlah tentang alasan-alasan tadi melainkan tentang pertanyaannya. Menurut saya, ada beberapa bentuk pertanyaan lain yang setipe dengan pertanyaan di atas. Kelompok pertanyaan ini saya kategorikan kelompok pertanyaan Y.E.P.D. (Yang Enggak Perlu Dijawab). Jangankan untuk dijawab, I.M.H.O., untuk didengerin aja sangat tidak penting. Karena pertanyaan-pertanyaan ini kemungkinan masih satu keluarga dengan gosip. Dimana prasangka (peyoratif) lebih diminati daripada fakta dan rasionalitas. Bentuk pertanyaan ini pun bisa dibolak-balik sesuai skenario walaupun tema yang dibahas sama.

Contoh 1;

Pada konteks pertanyaan di atas, skenarionya adalah orang yang ditanya memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Seandainya skenarionya adalah orang ditanya memutuskan untuk tidak kembali ke Indonesia maka pertanyaannya menjadi:

“Kok betah amat sih di negeri orang?”

“Apa sih enaknya tinggal jauh dari keluarga sendiri?”

“Udah ga cinta Indonesia ya?”

Nah, kan malah beranak-pinak jadi banyak pertanyaannya. Do you see what I am saying? Keluarga pertanyaan Y.E.P.D. ini banyak banget variasinya. Dan semuanya tetap enggak ada penting-pentingnya untuk dijawab.

Contoh 2:

Skenario yang pertama adalah orang yang ditanya selalu pulang ke rumah tepat waktu sesuai jam kerja. Maka dia pun kemungkinan dapat pertanyaan seperti ini.

“Baru jam segini kok sudah pulang? Apa udah beres kerjaan lo?”

Yang lebih kurang ajar biasanya nanya kayak gini.

“Hidup lo gitu-gitu aja sih, pergi pagi, pulang sore, apa enggak boring?”

Agak lebay sih, tapi kejadian lho. Nah, giliran skenarionya berubah menjadi orang yang ditanya selalu kerja lembur dan terlambat pulang ke rumah maka pertanyaannya pun bermimikri. Kayak bunglon.

“Kenapa sih pulang malam terus?”

Dan sering baper (terbawa perasaan) dan ditambahin jadi gini.

“Udah enggak sayang keluarga ya?”

*facepalm

Contoh 3:

Skenarionya adalah ketika seorang presiden, sebut saja Mas Joko (hehe), berbicara dalam Bahasa Inggris yang pas-pasan di forum Internasional karena Mas Joko orang Indonesia. Langsung saja dihujani dengan pertanyaan-pertanyaan Y.E.P.D. tadi.

“Presiden kok enggak bisa Bahasa Inggris sih?”

Pertanyaan-pertanyaan ini lebih seringnya berubah jadi pernyataan sih. Malah sama alay-ers dimodifikasi dengan hujatan dan cemoohan saking kreatifnya. Padahal belum lama, ya setahunan yang lalu lah kira-kira. Presiden sebelumnya, mas Bambang, sering banget pidato dalam Bahasa Inggris padahal Mas Bambang juga orang Indonesia, sama seperti Mas Joko. Tapi tetap saja pertanyaan Y.E.P.D. pun bertaburan.

“Bapak itu bicara di depan orang Indonesia atau bukan sih?”

Atau malah di-gini-in.

“Ngomong opo to kowe, pak?”

Terus ditinggal tidur.

Intinya, mari kita hindari mengeluarkan energi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan serupa di atas. Apalagi sampai-sampai kalau kita jadi yang memberikan pertanyaan itu. Amit-amit. Memang tidak ada pertanyaan yang bodoh, tapi tetap saja ada pertanyaan-pertanyaan Yang Enggak Perlu Dijawab**.

Yeee Eeee Peee Deeee…*

*Ucapkan dengan irama yang sama dengan “Eh, Cape deeeeehhhh….”

**Istilah yang serupa berlaku untuk rumpun keluarga pernyataaan, komentar, gosip, dan lain-lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s