Japanese Darling

Kuseka sisa air mata terakhir dari kedua pipiku. Perona pipi warna merah jambu yang selalu menghiasi wajahku sudah hilang tak berbekas. Kutarik nafas sedalam-dalamnya sambil kurasakan aliran oksigen memasuki tiap senti relung paru-paruku hingga penuh. Lalu kulepaskan perlahan hingga hembusan terakhir. Bibirku terasa bergetar ketika udara itu keluar melewatinya. Seperti tidak rela mengetahui bahwa itu…