Kota Metro Belajar Konsep Kota Ramah Lingkungan ke Kitakyushu – Yerri Noer Kartiko

Sebagai salah satu upaya nyata dalam peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pelestarian sumber daya alam, Pemerintah Kota Metro telah menandatangani nota kesepahamanan (Memorandum of Understanding) dengan University of Kitakyushu, Jepang pada tanggal 15 Mei 2014 yang lalu.

Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, seperti kata pepatah, sambil menyelam minum air atau sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui, keberangkatan delegasi Pemerintah Kota Metro yang dipimpin langsung oleh Walikota Metro, Lukman Hakim, SH, MM tidak hanya untuk menandatangani MoU saja, namun juga menyempatkan diri mengadakan pertemuan dan diskusi dengan beberapa lembaga penting terkait dengan lingkungan hidup yang berada di Kota Kitakyushu.

Mengapa harus Kota Kitakyushu? Sebab berdasarkan berbagai fakta, data dan juga berita terkini, Kota Kitakyushu inilah yang pada saat ini telah berhasil membangun sebuah kota yang ramah lingkungan. Kota ini telah berhasil mentransformasikan dirinya sendiri dari kota industri dengan tingkat beban pencemaran lingkungan yang melampaui ambang batas bahkan mematikan menjadi sebuah kota industri yang ramah lingkungan, hijau sekaligus berlangit biru. Kemudian, mengapa pula harus Kitakyushu University? Sebab di belakang keberhasilan pembangunan Kota Kitakyushu, ada banyak peran penting dan signifikan yang telah disumbangkan oleh Kitakyushu University melalui hasil penelitian serta dukungan pemikiran yang terpola, sistematis dan integral.

Pada saat ini, Kota Kitakyushu menjadi kota percontohan bagi kota-kota di seluruh dunia, yang ingin menjadikan pembangunan kotanya menjadi lebih ramah lingkungan. Telah banyak negara, khususnya kota dan juga universitas di daerah Asia, khususnya Indonesia yang datang langsung atau mempelajari keberhasilan Kota Kitakyushu, seperti Surabaya, Palembang, Medan dan Balikpapan.

Pemerintah Kota Metro, dalam rentang lima tahun terakhir ini, tidak pernah berhenti untuk belajar membangun, mengembangkan, kualitas dan kuantitas infrastruktur dan regulasi yang mendukung pembangunan kota yang ramah lingkungan. Pemerintah Kota Metro berharap keberhasilan Kota Kitakyushu dapat ditiru dan dicangkokkan, sehingga pembangunan di Kota Metro semakin mengarah pada terwujudnya pembangunan kota yang ramah lingkungan, menjadi sebuah cikal bakal dan bibit unggul untuk membangun kualitas lingkungan hidup dunia yang lebih baik, dengan tujuan akhir adalah kesejahteraan seluruh manusia, khususnya masyarakat yang tinggal di Kota Metro. Pemerintah Kota Metro pun tidak ingin tertinggal, tidak ingin terlambat untuk mengikuti jejak keberhasilan pembangunan kota yang ramah lingkungan yang telah dibuktikan oleh Kota Kitakyushu.

Berikut ini adalah catatan perjalanan yang telah dilakukan oleh delegasi Pemerintah Kota Metro yang dipimpin oleh Walikota Metro ke Kota Kitakyushu Jepang pada tanggal 12 sampai dengan 19 Mei yang lalu.

Hari Pertama (Selasa, 13 Mei 2014)

Mengunjungi beberapa tempat di daerah sekitar Fukuoka. Beberapa hal penting yang dapat dijadikan sebagai bahan pelajaran dan masukan dalam pembangunan kota Metro ke depan, antara lain:

  • Trotoar/ pedestarian (pavement) yang luas, terdiri atas jalur sepeda, jalur pejalan kaki yang normal, pejalan kaki yang berkebutuhan khusus serta jalur hijau;
  • Kawasan kantung-kantung parkir, baik model biasa, model tingkat sistem hidrolik, bawah tanah, dengan biaya parkir yang cukup mahal;
  • Sarana umum seperti toilet umum yang bersih dan terawat, yang dilengkapi dengan peralatan pendukung lainnya, seperti aliran air yang bersih dan kertas tissue;
  • Taman yang dilengkapi dengan tempat duduk yang nyaman serta sarana bermain anak;
  • Taman dengan konsep hutan kota sekaligus hutan pendidikan juga taman pembibitan bunga yang dilengkapi dengan embung/ danau kecil sebagai sarana penampung air hujan;
  • Lampu penerangan jalan dan lampu lalu lintas yang bersumber tenaga listrik berasal dari panel-panel tenaga surya;
  • Penanganan sampah perkotaan dan fasilitasnya yang terpadu dan dilaksanakan dengan baik oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakatnya.

Hari Kedua (Rabu, 14 Mei 2014)

Mengunjungi dan berkeliling kampus University of Kitakyushu yang berlokasi di dua tempat berbeda, yaitu: kampus utama di Kitagata, Kokura Minami (terdiri dari fakultas ilmu-ilmu humaniora/ non eksakta) dan di Hibikino, Wakamatsu (terdiri dari fakultas ilmu-ilmu eksakta). Universitas ini merupakan salah satu universitas negeri di Fukuoka Prefecture atau tepatnya di Kota Kitakyushu, yang berdiri sejak tahun 1946 yang berhasil berkembang dengan pesat dan menempati urutan atas dari 730 universitas di Jepang menurut 2008 University Regional Contribution Ranking.

Hari Ketiga (Kamis, 15 Mei 2014)

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding)

Dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara Pemerintah Kota Metro (diwakili oleh Walikota Metro, Lukman Hakim, SH, MM) dan Department of Architecture Faculty of Environmental Engineering University of Kitakyushu (diwakili oleh Professor Hiroatsu Fukuda). Penandatanganan ini disaksikan pula oleh dua professor lain, yaitu Professor Weijun Gao dan Professor Bart Dewancker.
MoU ini merupakan sebuah payung besar yang akan menaungi kegiatan-kegiatan kerjasama kedua institusi ini, khususnya dalam bidang penataan kota yang berkelanjutan dan bebas emisi, pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, pelestarian sumber daya alam, dan pengelolaan sampah perkotaan. Melalui MoU ini, diharapkan dapat menjadi pintu masuk serta langkah awal bagi Pemerintah Kota Metro untuk dapat mengusulkan dan mengirimkan beberapa orang pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Metro guna peningkatkan kapasitas dan kompetensinya, bukan hanya melalui jenjang pendidikan formal strata 2 dan/atau 3, namun juga melalui pelatihan di laboratorium yang tersedia. Salah satu program yang telah disiapkan adalah melalui program Low Carbon Education yang diselenggarakan oleh Asian Institute of Low Carbon Design yang merupakan salah satu lembaga pusat studi di University of Kitakyushu yang diketuai oleh Professor Soichiro Kuroki.

DSC_0836

Gambar 1. Suasana penandatanganan MoU antara Walikota Metro, Lukman Hakim dengan Head of Department of Architecture Faculty of Environmental Engineering University of Kitakyushu Professor Hiroatsu Fukuda

Paparan tentang Program Pembangunan Bidang Lingkungan Hidup di Kota Metro

Walikota Metro menyampaikan tentang Program Kerja Pembangunan Lingkungan Hidup di Kota Metro – keberhasilan, tantangan, hambatan, rencana aksi di masa mendatang di hadapan para guru besar serta beberapa mahasiswa program master dan doktor Department of Architecture Faculty of Environmental Engineering University of Kitakyushu.

Beberapa saran dan masukan dari para guru besar dan pelajar antara lain: perlu adanya pembangunan hutan-hutan kota, pengaturan penebangan dan penanaman kembali pohon, pengaturan penggunaan sumber air tanah, pengaturan irigasi dan luas lahan persawahan serta ruang terbuka hijau.

DSC_0875

Gambar 2. Suasana Walikota Metro sedang memberikan paparan tentang pembangunan lingkungan hidup di Kota Metro

Kunjungan ke kawasan Ecotown di Hibikinada, Kitakyushu

Kawasan Eco-town Hibikinada merupakan salah satu kawasan percontohan yang telah berhasil melakukan pengelolaan limbah, khususnya limbah pabrik dan menjadi pusat industri daur ulang dan pendidikan lingkungan. Dalam kawasan ini, banyak pula dikembangkan pusat-pusat energi hijau dari sumber energi terbarukan seperti angin dan tenaga matahari. Kawasan ini termasuk salah satu unggulan dari 26 kawasan Eco-town yang dikembangkan Pemerintah Jepang di seluruh penjuru negeri. Di kawasan ini pula berbagai peralatan elektronik, seperti mesin fotokopi bahkan kendaraan bermotor yang sudah tidak layak pakai didaur ulang kembali untuk memperoleh bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai sumber bahan baku kembali pada industri otomotif dan kendaraan bermotor.

DSC_0930

Gambar 3. Suasana kunjungan Walikota Metro ke kawasan Ecotown Kitakyushu

Kunjungan ke Laboratorium Lingkungan di Jpec Co.,Ltd Wakamatsu Environment Research Institute

Di tempat ini, bertatap muka dan berdiskusi langsung dengan Koji Takakura (Takakura-San), penemu metode pembuatan pupuk kompos takakura. Di tempat ini, Walikota berdiskusi tentang bahan serta metode pembuatan kompos yang efektif dan efisien serta hasil yang tepat sasaran serta tepat guna, sesuai dengan jenis tanah dan tanaman yang akan ditanami. Selain berdiskusi, Takakura-San juga mengajak berkeliling serta menunjukan laboratorium lingkungan hidup serta sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan penelitiannya, khususnya dalam bidang pengomposan.

DSC_0943

Gambar 4. Suasana Walikota Metro sedang berdiskusi dengan penemu metode pengomposan Takakura

Hari Keempat (Jumat, 16 Mei 2014)

Kunjungan dan Diskusi ke Kitakyushu Asian Center for Low Carbon Society

Dalam kesempatan di tempat ini, Kitakyushu Asian Center for Low Carbon Society, diwakili oleh Ishida Kengo (Secretary General), Takayuki Yamshita (Bussiness Support Manager), Masahiro Nakamura berdiskusi dengan delegasi pemerintah kota Metro tentang usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Kitakyushu dalam mewujudkan kota dengan konsentrasi kandungan karbon di udara yang sangat rendah, yaitu salah satunya dengan cara peningkatan mutu proses pabrik, mutu peralatan, pengelolaan gas buang dan air limbah. Perwakilan Asian Center for Low Carbon Society pada kesempatan ini mengundang Pemerintah Kota Metro untuk dapat hadir pada acara seminar tentang kompos yang akan diadakan di Medan pada bulan Juli tahun 2014 ini.

DSC_0979

Gambar 5. Suasana diskusi antara Walikota Metro dengan Kitakyushu Asian Center for Low Carbon Society

Kunjungan dan Diskusi ke Institute for Global Environmental Strategies (IGES)

Dalam kesempatan di tempat ini, IGES yang diwakili oleh Dr. Toshizo Maeda, Simon Gilby, Masahiro Nakamura, Huang Jian berdiskusi tentang beberapa kemungkinan kerjasama yang dapar dibangun antara Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Kota Metro dalam hal pembangunan lingkungan hidup. Selain dapat menggunakan kerangka kerja sister city dengan beberapa kota yang memiliki ukuran daerah, topografi dan demografi serta kompleksitas masalah yang realtif sama, Pemerintah Kota Metro juga disarankan untuk mencoba skema grass root program atau voluntary program yang diselenggarakan oleh JICA dan bergabung menjadi anggota salah satu organisasi persatuan kota-kota yang ada di dunia, seperti Citynet, ICLEI dan lain-lain.

DSC_0003

Gambar 6. Suasana pertemuan dan diskusi antara Walikota Metro dengan Institute for Global Environmental Strategies (IGES)

Kunjungan dan Diskusi ke Environment Bureau City of Kitakyushu

Dalam kesempatan di tempat ini, Environment Bureau City of Kitakyushu yang diwakili oleh Matsuoka Toshikazu (Chief Executive), Ishida Kengo (Executive Director), Seiko Kubo (Director International Environmental Strategies Division) berdiskusi tentang peran dan tanggung jawab Environment Bureau City of Kitakyushu dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup di Kitakyushu City. Salah satu modal utama adalah kerjasama yang kuat antara pemerintah dan masyarakatnya. Selain berdiskusi, juga ditunjukkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pemantauan secara real time serta sistem peringatan dini (early warning system) buangan limbah industri yang berbentuk gas ke udara. Dibicarakan pula kemungkinan untuk memberikan kesempatan dan peluang bagi pegawai Pemerintah Kota Metro untuk melaksanakan program on the job training di kantor ini.

DSC_0020

Gambar 7. Suasana pertemuan dan diskusi antara Walikota Metro dengan Environment Bureau City of Kitakyushu

Hari Kelima (Sabtu, 17 Mei 2014)

Menghadiri Second Higashida Conference yang diselenggarakan oleh NPO Satoyama dengan tema community resources and sharing, tentang pembangunan kapasitas dan kapabilitas komunitas-komunitas masyarakat sebagai pendukung keberhasilan pembangunan lingkungan hidup. Pada seminar ini dipaparkan pula perkembangan pembangunan berkelanjutan di Kota Metro dengan judul “Mainstreaming Modest Sustainable Development in Metro City, Lampung.

DSC_0111

Gambar 8. Suasana Walikota Metro sedang menghadiri 2nd Higashida Conference

Semoga apa yang telah ditempuh oleh Pemerintah Kota Metro merupakan satu langkah awal yang sangat penting, selain untuk meningkatkan dan memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak di masa mendatang, juga dapat merupakan pemicu dan pemacu, amunisi baru bagi Pemerintah Kota Metro untuk terus berkreasi dan berinovasi melakukan berbagai terobosan-terobosan baru untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kota Metro, hingga terwujud pembangunan kota Metro yang berkelanjutan sekaligus ramah lingkungan sekaligus menjadi pioneer dan contoh bagi kota-kota lain, khususnya di Provinsi Lampung.

Catatan: Penulis adalah Kepala Bagian Umum Badan Pelestarian Lingkungan Hidup, Kota Metro, Lampung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s