Orang Minang memang Setia

Lho, kok sekarang malah cerita soal orang Minang. Kan lagi di Jepang. Iya sih, tapi bosan ah, cerita tentang orang Jepang melulu. Kasihan sudah terlalu sering “digosipin” disini. Hehe.

Ya, saya mau cerita soal orang Minang. Baru beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan orang Minang di Jepang. Sebenarnya saya sudah pernah berkenalan dengan beliau sebelumnya. Bahkan sudah bertemanan juga di Facebook. Tapi hanya sekilas dan tidak sempat ngobrol banyak dengan beliau. Hari Minggu yang lalu kami sama-sama menghadiri suatu acara pertemuan organisasi Muslim di Jepang yang dihadiri oleh muslim dari berbagai bangsa yang tinggal di Jepang yang bertempat di sebuah masjid di kota. Kami datang bersama dua orang senior mahasiswa asal Indonesia juga untuk mewakili perkumpulan muslim dari kota tempat kami menempuh pendidikan.

598799_4877936552557_83166466_n

Kari Kambing khas Pakistan

Acara pertemuan itu sendiri dimulai selepas sholat Dhuhur berjama’ah yang dilanjut dengan makan siang bersama. Makanan yang dihidangkan adalah makanan khas Pakistan yang berupa nasi kari kambing yang super pedas akibat dari taburan mericanya. Porsinya pun cukup lumayan banyak sehingga alhasil perut terasa sangat kenyang, alhamdulillah. Baru setelah selesai makan, acara inti berlangsung dengan lancar, dan sempat diselingi dengan sholat Ashar berjama’ah. Akhirnya acara selesai tepat pukul setengah enam sore dan seperti yang sudah direncanakan sebelumnya bahwa rombongan kami akan bersama-sama mengunjungi sebuah toko yang menjual bahan makanan halal dan kemudian mampir untuk menyicipi kebab halal yang dijual di suatu mall.

Baru ketika sambil menyantap kebab yang super lezat itu, saya sempat berbincang dengan bapak yang saya sebutkan di atas. Ternyata beliau berasal dari daerah Padang Pariaman. Saya bilang kepada beliau, ibu saya juga berasal dari Minangkabau, tepatnya dari daerah Maninjau. Dan saya juga menikah dengan orang Minang, jadi saya masih “syah” sebagai orang Minang. Lalu saya bertanya tentang apa suku beliau. Jawabnya suku Si Kumbang. Ternyata lagi-lagi sama! Wah, benar-benar terkejutlah kami berdua. Jauh-jauh merantau ke Jepang, negeri matahari terbit ini, ternyata berjumpa juga dengan dun sanak satu suku pula. Onde mande, ternyata memang benar pernyataan yang sempat saya dengar dari orang banyak bahwa yang namanya orang Minang itu SETIA! Setiap Tikungan Ada…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s