My First Zemi

Image

Pagi tadi jam 9 pagi sampai jam 12 siang, saya baru saja mengikuti zemi pertama saya. Apa itu zemi?  Itu yang terlintas di benak saya ketika dua minggu yang lalu, profesor saya, seorang bule asal Eropa yang sudah 20 tahun menetap di Jepang, mengirimkan email yang berisi tentang jadwal zemi. Ada dua zemi yang bergiliran pada hari Jum’at tiap minggunya. Yang pertama adalah design zemi dan yang kedua adalah research zemi. Dan baru hari ini saya mengerti artinya. Itupun ketika saya mencoba mengisi waktu dengan membuka kamus di tengah zemi yang hiruk pikuk dengan bahasa Jepang. Zemi adalah versi singkat dari kata zeminaru, yang artinya seminar. Nah dalam budaya akademik Jepang, zemi kemudian diartikan sebagai suatu kegiatan pertemuan yang berisi diskusi dan presentasi ilmiah. Kebetulan di laboratorium saya yang bidangnya adalah arsitektur, ada dua macam kegiatan ilmiah yang dilakukan yaitu desain atau perancangan dan riset atau penelitian.

Image

Ada hal yang menarik pada saat zemi. Dan sepertinya saya pernah membaca tentang hal ini sebelumnya, jadi tidak begitu kaget melihatnya. Adalah suatu hal yang lumrah sepertinya bagi orang Jepang untuk tertidur atau terlelap sejenak dalam suatu kegiatan, baik saat kerja ataupun belajar. Bahkan pada saat kegiatan diskusi seperti pada zemi hari ini. Ada beberapa orang mahasiswa yang bergantian dan kadang bersamaan menundukkan kepala dan memejamkan mata pada saat mahasiswa lain sedang presentasi. Enggak tau juga apakah mereka benar-benar tidur atau sekedar mengistirahatkan mata. Bahkan ketika profesor saya sedang berbicara! Dan saya rasa beliau mengetahuinya, tapi beliau tidak marah dan cenderung cuek. Suatu hal yang tidak akan pernah kita temui di Indonesia. Jika mahasiswa atau karyawan tertidur saat sedang mengikuti kuliah atau bekerja maka jangan harap akan “selamat” ketika ketahuan. Kenapa orang-orang Jepang melakukan hal tersebut? Tentunya tidak saya tanyakan langsung kepada teman-teman saya tersebut. Tapi berdasar apa yang saya baca kalau tidak salah, hal tersebut terjadi karena orang Jepang sangat mempedulikan kesehatan mereka. Mereka takut jatuh sakit. Karena ketika sakit maka biaya yang harus dikeluarkan akan sangat mahal. Bahkan ketika mereka sakit, mereka takut untuk menularkannya kepada orang lain. Sehingga sering dijumpai orang Jepang yang sedang sakit beraktivitas dengan menggunakan masker. Walaupun hanya sekedar flu ringan saja. Apakah benar begitu? Mudah-mudahan suatu saat bisa saya pastikan.

Sekian postingan ringan dan singkat tentang Zemi dan budaya tertidur saat beraktivitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s