2022 – Chapter 01: Natural Talent 02

Syutt….

Udara malam semakin kencang menerpa tubuhku, membuatku semakin mempercepat langkahku menuju sumur di belakang rumah. Kutelusuri jalan setapak yang tersusun dari deretan batu kali yang besar-besar. Namun deretan batu yang basah akibat embun malam membuatku kembali memperlambat langkahku agar tidak terpeleset. Apalagi sinar rembulan yang terhalangi kabut pegunungan memaksaku untuk memakai sedikit “indera keenam” dalam menentukan arah. Jarak sumur yang lebih kurang sepuluh meter terasa seperti sepuluh kilometer. Langkah demi langkah ku ambil perlahan namun mantap dengan setiap langkahnya perlahan membawa ingatanku pada pertandingan bola tadi sore.

Dit! Oper, Dit! Sini! Kanan kosong! Teriak Acil sambil berlari merangsek mendahuluiku.

Kutahan bola sebentar.

Nggak bisa ! pikirku ketika kulihat salah seorang pemain lawan bergerak ke kiri untuk menghalanginya.

Kugiring lagi bola mendekati gawang lawan. Kini aku berlari menyilang ke arah tengah. Seorang pemain berusaha menghalangiku. Dia menabrakku dan berusaha menarik kaosku. Kuhentikan sebentar langkahku, kutarik bola kesebelah dalam kaki, kugerakkan badanku ke sebelah kanan sementara kakiku mendorong bola ke sebelah kiri. Bek itu terjatuh karena kaget akan gerakanku itu sehingga membuatku bebas bergerak maju lagi.

Kasih sini, Dit! Lepas! Biar kutendang! Teriak Tarjo dari arah kiri depanku.

Kulihat dia terlibat duel satu lawan satu dengan bek tengah lawan sementara kiper lawan juga sudah menyadari keberadaannya. Kuputuskan untuk terus menggiring bola mendekati gawang lawan. Seorang pemain lawan nekat berusaha menjegalku dari samping tapi sebelum kakinya menjangkau bola, kubelokkan arah bola ke kanan, dan terjangannya hanya menerpa angin. Kutahan lagi bola dan ketika kulihat ke arah gawang ternyata aku tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Dia berusaha maju sambil mejatuhkan tubuhnya untuk mempersempit ruang tembakku tapi aku sudah siap, dengan sekali sentuhan, kuangkat bola dengan ujung kakiku dan kulambungkan ke arah gawang. Bola melambung tinggi tanpa terjangkau kiper yang sudah terlanjur jatuh lalu bergulir pelan ketika menyentuh tanah dan…

…masuk.

 

TO BE CONTINUED

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s