2022 – Chapter 01: Natural Talent 01

Duk ! Dess ! Duk ! Prang !!!!!!

Radiii….iiiit!!! Apa itu yang pecah!? Kamu maen bola di kamar lagi ya!? Tidur lagi!! Ini udah malam, jangan ribut!!, teriak Simbok dari bawah.

Iya, Mbok! Bentar lagi, Radit nggak bisa tidur…jawabku hati-hati.

Bergegas aku bereskan pecahan gelas air minum yang terkena hantaman bola yang kumainkan tadi. Pecahan gelas itu aku kumpulkan ke dalam plastik lalu aku letakkan di sudut kamar dekat pintu masuk. Ku ambil bolaku, kupandangi, kubersihkan sekali lagi, muncul keinginan untuk memainkannya lagi namun segera kuhapus keinginan itu. Ku letakkan bola itu di atas kasur dan beranjak keluar untuk mengambil air wudlu di sumur belakang rumah.

Brrr…Hembusan angin malam yang dingin segera menyambutku begitu kakiku menginjak deretan anak tangga kayu di depan kamarku. Kupaksakan langkahku menuruni tangga dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara berderak. Maklum tangga menuju kamarku ini cuma terbuat dari papan kayu yang sudah tua dan rapuh. Sesampainya di bawah, kulihat Simbok sudah tertidur lelap di atas kasurnya di sudut ruangan tengah. Pelan-pelan aku beringsut menuju pintu belakang yang ternyata masih terbuka sedikit.

Hmm…pantas saja dinginnya angin malam sampai terasa ke dalam, rupanya Simbok lupa menutup pintu ini, pikirku.

Ku dorong pintu itu pelan-pelan dan seketika udara dingin malam menyeruak masuk. Cepat-cepat kututup kembali pintu itu agar Simbok tidak terbangun karena kedinginan. Di bagian bawah ku ganjal dengan batu kali agar tidak terbuka kembali akibat tertiup angin.

 

TO BE CONTINUED

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s