Tersandung (1999)

 

 

 

Liburan sekolah selama seminggu kali ini bener – bener membuat Uzir kelimpungan. Lagaknya seperti orang linglung. Mau begini salah, mau begitu nggak bener. Ini gara – gara di otaknya cuma ada bayang – bayang Armi.

 

Ya, Armi, gadis manis temen sekelas Uzir yang ditaksirnya tiga perempat mati. Rupanya seminggu nggak melihat tampang manis Armi membuat Uzir kangen berat, berat sekali, sampai seratus kilo kata Uzir. Setiap hari yang dilihatnya semua berubah menjadi Armi. Ada Armi lagi senyum, Armi lagi ketawa, Armi lagi ngelamun, Armi lagi ngobrol, pokoknya semuanya Armi, hidup Armi ! lho ? Liburan sekolahan seminggu dirasakan Uzir seperti sembilan tahun, sembilan bulan, sembilan hari. Lamaa… sekali.

 

Memang udah lama, Uzir naksir si Armi. Sejak mereka pertama kali bertemu di kelas dua. Lho kok bisa ? Emang si Uzir nih rada – rada kuper. Uzir nggak pernah keluar kelas kalo enggak pas istirahat atau jam kosong, soalnya kalo keluar pas pelajaran pasti kena marah guru yang lagi ngajar, bener nggak ? enggak ding, sebenernya sih, Uzir jarang sekali keluar dari kelasnya, kelas I empat, paling-paling kalo’ pas istirahat Uzir keluar tapi pasti ke lapangan basket. Memang Uzir ini lumayan jago basket, kemampuannya bisa disamakan dengan Asmuni, pebasket idolanya. Lho kok Asmuni sih? Asmuni kan pelawak. Itu kata orang lain, kalo’ kata Uzir sih Asmuni itu pebasket paling hebat sedunia, soalnya Asmuni bisa masukin bola tanpa melihat ring dari jarak hampir sepuluh meter, hebat kan? Buktinya bisa dilihat pada salah satu iklan di TV, tul nggak? Jadinya si Uzir ini jarang bertemu dengan teman-teman lain kelas apalagi lain negara. Apalagi kelas I empat harus menempuh tangga yang berliku – liku dan berkelok – kelok sepanjang hampir seratus kilometer, enggak ding. Tapi emang dasar si Uzir aja yang males.

 

Itulah sebabnya waktu Uzir jadi temen sekelas Armi di kelas II empat, Uzir sempat berpikir, apakah aku ini sudah di surga ? Kok bisa si Uzir kepikiran begitu ? Soalnya kata si Uzir, wajah Armi itu bagaikan bidadari di surga, padahal dia sih belum pernah ke surga, apalagi senyumnya, manii…s sekali kayak permen sekarung. Dan pada waktu perkenalan, hatinya langsung terhambat pada Armi. Uzir sampai bersumpah pake Sumpah Pemuda segala bahwa dia bakal ngedapetin ini cewek. Tapi Uzir ini walaupun wajahnya lumayan, ya lumayan ancur, enggak ding, lumayan manis, pernah kok dia ditawarin jadi cover majalah, tapi majalah Trubus, Uzir ini orangnya emang rada pemalu, enggak pede istilahnya, apalagi untuk urusan cewek. Pernah pada waktu Uzir lagi jalan – jalan di Mall, tiba – tiba dia ditegur ama cewek cakep langsung aja Uzir melesat kabur ninggalin itu cewek terbengong – bengong. Jadi Uzir nggak berani terang – terangan menyatakan cintanya kepada Armi. Dan lagi ini merupakan cinta pertama bagi Uzir, jadi dia nggak tahu mesti berbuat apa, belum pengalaman, sih. Uzir memutuskan untuk menunggu, mengamati, menimbang, dan me… – me… yang lain sambil mengumpulkan keberanian untuk menyatakan cintanya kepada Armi. Hal tersebut dirahasiakannya dan dimasukin ke dalam dokumen jenis TOP SECRET di dalam hatinya, gile bener. Tapi akhirnya karena dia butuh tempat untuk curhat, akhirnya kejatuhcintaannya itu diceritain juga ama temen deketnya, Toro, dan Toro pun memberikan wejangan dan nasihat bahkan jimat yang sangat nggak berguna soalnya si Toro itu sama – sama kuper, setali tiga duit ama si Uzir.

 

Peristiwa ngumpulin keberanian itu pun berlangsung lama sekali. Sampai satu cawu alias empat bulan. Tapi emang dasar si Uzir, dia malah cuek mentok aja, santai – santai aja. Habis, kalo hampir setiap hari Uzir ketemu ama Armi trus bisa mandangin wajahnya yang manis, dan senyumnya yang mempesona, gimana Uzir nggak puas. Sampai akhirnya dia kelupaan akan Sumpah Pemudanya dan juga saingan – saingannya yang ternyata bejibun banyaknya.

 

Dan efeknya pun baru terasa pada liburan kali ini. Uzir nggak bisa lagi setiap hari ketemu Armi dan dia semakin nggak tahan lagi kalo inget bahwa dalam empat bulan dia memperhatikan Armi, dia semakin tertarik ama si Armi, Menurut Uzir, Armi adalah cewek tercantik, termanis, dan terayu di seluruh dunia bahkan di jagat raya. Apalagi sifatnya yang anggun, feminim, pokoknya bener – bener cewek yang ideal menurut versi Uzir. Akhirnya dia membulatkan tekad untuk ngomongin rasa Cintanya kepada Armi. Uzir minta bantuan pangan dan obat – obatan, eh bukan., Uzir minta bantuan kepada Toro untuk nganterin dia ke rumahnya Armi. Bukan karena Uzir nggak gentlemen dan nggak berani datang sendiri tapi karena dia nggak tahu rumahnya Armi yang letaknya jauh di mata, dekat di Kali alias lumayan jauhlah.

 

Pada hari terakhir liburan, pagi – pagi sekali Uzir ditemani Toro nekad nyantronin, eh bukan ding, mendatangi rumah Armi. Tapi mereka malah ketiban sial, ternyata Toro juga nggak begitu inget alias lupa jalannya. Untungnya, Toro itu masih keturunan dukun sehimgga masih punya bakatnya walau sedikit banget dan dengan insting dukunnya dan juga asas pengawuran, setelah beberapa ribu kali salah jalan, mereka sampai juga di rumah Armi pada siang hari menjelang sore.

 

Dan bagaikan pungguk merindukan balon eh bulan, begitu bertemu dengan Armi, mata Uzir pun berbinar – binar. Uzir merasa bahwa Armi semakin cantik saja dan semakin besarlah tekadnya. Setelah berbincang – bincang sejenak terjadilah NATO ( No Action Talk Only ) artinya si Uzir itu tidak juga beraksi mengutarakan maksud kedatangannya. Dan lagi – lagi insting dukun si Toro jalan lagi, Toro ngerti bahwa Uzir itu lagi malu – malu maling lalu dia minta izin untuk keluar, pake surat izin segalalho, dengan alasan memperbaiki motor yang dipakai mereka berdua tadi dan meninggalkan Uzir dan Armi berdua di ruang tamu rumah Armi. Kesempatan ini nggak disia – siain ama Uzir, tanpa bakso basi lansung aja dia mengutarakan cintanya.

 

Uzir berkata, ” Armi, sebenarnya aku datang ke sini adalah untuk ngomongin perasaanku padamu yang selama ini hanya kusimpan dalam hatiku. Aku suka kamu. Aku suka segalanya tentang kamu. Senyummu, kepribadianmu, duitmu, eh enggak ding, pokoknya segalanya yang ada pada dirimu. Aku ingin berbagi kasih sayang denganmu, boleh nggak aku jadi pacarmu ? ” ( Kok rasanya kayak pantun sih, kamu nyolong pantunnya siapa, Zir ? )

 

Lalu Armi menjawab, ” Empat kali empat sama dengan enam belas. Sempat tidak sempat harus dibalas, eh sorry ( tuh kan, si Armi jadi ikutan berpantun ria ), aku ulangin ya, begini Zir, ini adalah pertama kalinya buatku. Sebenarnya aku sudah tahu kalo kamu suka sama aku, Zir, tapi sekali lagi karena ini pertama kali buatku jadi aku masih bingung, Zir. “

” Samm..ma, ” sambung Uzir dengan cueknya.

 

Karena sama – sama bingung, mereka berdua terdiam. Dan baru saja Uzir hendak melanjutkan tiba – tiba si Toro menampakkan batang lehernya dan berkata, ” Zir, pulang yuk! Perutku mules, nich ! Nggak kuaa…at ! Dan terpaksalah perbincangan romantis itu berakhir sampai segitu aja alias tamat.

 

Mereka berdua pamit pulang tapi ketika mereka sedang berjalan menuju motornya yang diparkir di depan halaman rumah diiringi Armi yang nganterin sampai halaman rumahnya, Uzir sempet berujar, ” Aku menunngu jawabanmu sampai kapanpun, ” dan langsung ngabur sambil tersipu – sipu malu. Tapi ternyata Armi sudah masuk ke dalam rumahnya ketika Uzir mengatakan hal tersebut, jadinya Armi nggak denger. Satu – satunya orang yang mendengarnya adalah pembantu Armi, si Inem, yang sedang menyapu di halaman rumah. Alhasil, si Inem terbengong – bengong bercampur nggak ‘ dong ‘ dan melongo dengan mulut bolong segede kedondong menampakkan giginya yang ompong. Mee…oong !!???

 

Setelah pertemuan itu, hati Uzir menjadi plong. Perasaan ragu – ragu dan malu untuk ngungkapin perasaan cintanya pada Armi hilang sudah. Eit, tunggu dulu, ternyata eh ternyata perasaan tersebut nggak hilang begitu saja dan malah berubah menjadi perasaan cemas nggak karuan apakah dia diterima atau enggak. Sampai – sampai pada waktu tokek peliharaan Uzir yang setiap hari setia bergantung di dinding kamarnya hendak berkumandang dengan irama pop, tokek… tokek… tokek… , diancamnya tokek tersebut agar berbunyi, diterima… enggak… diterima… enggak… dan seterusnya supaya Uzir bisa memprediksikan jawaban Armi.

 

Keesokan harinya yaitu hari pertama masuk sekolah, Uzir sudah berangkat pagi – pagi bener, sampai di sekolah ternyata gerbangnya masih ditutup. Tapi Uzir dengan cueknya teriak – teriak, ” Pak Satpam ! Pak Satpam ! Bukain dong pintunya ! Uzir mau masuk, nich. Mau ketemu sama Armi !!! ” Padahal hari itu baru jam setengah enam pagi, gile bener tuh anak.

 

Tetapi ternyata, hari itu Armi belum memberikan jawabannya. Besoknya juga belum, seminggu kemudian juga belum, sebulan berlalu jawaban si Armi belum juga diberikan. Uzir pun penasaran, sumber – sumber gosip didatengin, mata – mata dan intel disebarin, pokoknya seluruh sekolahan diobok – obok sama si Uzir. Akhirnya Uzir pun tahu bahwa Armi udah ‘ jadian ‘ sama ketua OSIS di sekolahannya tapi Armi nggak sampai hati ngomonginnya sama Uzir. Uzir langsung pingsan dengan tenangnya. Stress berat, cing!

 

Itulah si Uzir, cowok manis yang pemalu, jago basket, lumayan pinter, dan juga taat beragama ternyata telah tersandung dalam perjalanan cintanya. Uzir tersandung… lalu terjatuh… GEDEBUK !!???       

 

 

Catatan Penulis :

Ini adalah cerpen pertama penulis. Diposting hanya untuk sekedar bernostalgia. Kesamaan nama tokoh dalam cerita ini adalah kesengajaan yang disengaja.

5 Comments Add yours

  1. sukma says:

    hehehe thanks cerpennya Mas Fritz….
    nostalgia jaman SMA.
    telat ngomong, banyak saingan….jadinya bertepuk sebelah tangan deh.

    dwi sukma

  2. sukma says:

    bagoes bro, cerpen humor romantis. thanks ya, walopun aku ga ngerti sistematika sastra….tapi aku sangatmenikmatinya. dijamin deh, bakal beberapa kali aku baca lagi nanti.

    jadinya itu semacam kasih tak sampai lah ya…di jamannya.
    jaman SMA gitu, yg aku yakin mewakili kisah2 temen-temen semua.
    suka sama orang, tapi ga terbalas.
    terucap pun sudah bagus ya……hehehehe.

    thanks mas Fritz, bener2 kisah nostalgia.

  3. agri says:

    mo tau ekspresi pas aku baca? senyum2 nyengir smbl membayangkan agedan2 yg ditulis. dg kata laen imajinasiku bermain (tp msh dlm jalur kok) hehehe..

    mmm…asyik juga bacanya. lucu.mnrtku secara yg awam ttg dunia tulis ceritanya mengalir ringan ga bikin bosen.
    bener2 jd terbawa setting masa lalu jaman smu…

    kayaknya crt itu based on true story deh alias curhat scr ente tdnya ngaku ga nyadar akan talenta menulis. brarti perasaan yg ada tuh emang bnr2 kuat sampe tertuang lewat tulisan….
    hayo ngaku sapa tuh cew yg beruntung diabadikan lwt tulisan hehehe…

    sip2 tq mas fritz, bisa jd hiburan sejenak…

  4. putu says:

    ceritanya mengingatkan aku pada suatu kejadian di masa lampau ketika bumi dan planet2 sekitarnya masih muda dimana aku masih menjadi murid mencari jalan kesejatian.
    beginilah cinta, penderitaannya tiada tora sudiro eh tiada tara.
    anyway, ceritanya seru juga, jadi bertanya2 siapa tokoh2 yang mas fritz maksudkan di sini??hmm??secara saya dulu di SMA tidak begitu gaul.
    Mungkin anda bisa berikan petunjuk??
    salam,

    suwarta (capres 2009)

  5. fritz says:

    sudahlah…tak perlu diungkapkan siapa-siapa saja yang menjadi inspirasi cerita ini…biarlah mereka hidup tenang dan menjadi bagian masa lalu…yang sewaktu-waktu bisa selalu dijadikan bahan untuk bernostalgia…aaah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s